• Home
  • Wujudkan Kemajuan Petani Wonosobo lewat Program “Food Estate”

Wujudkan Kemajuan Petani Wonosobo lewat Program “Food Estate”

anews Banner

WONOSOBO – Program pembangunan kawasan lumbung pangan alias Food Estate digadang mampu mewujudkan kemajuan perekonomian bagi para petani khususnya di Kabupaten Wonosobo.

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menjelaskan, terdapat wilayah holtikultura yang tersebar di lima kecamatan, yaitu Lamuk Kalikajar, Garung, Kejajar, Kertek, dan Watumalang, dengan komoditas utamanya berupa sayuran.

“Saya melihat semangat kegotongroyongan dari para petani yang luar biasa di mana semua petani berbondong-bondong menyiapkan lahan bersama-sama. Saya menaruh harapan optimis program Food Estate mampu memberikan keuntungan yang besar dan tentunya kemajuan bagi para petani di Wonosobo,” tuturnya, pada acara Evaluasi Progam Food Estate, di Pendopo Selatan, Selasa, (12/4/2022).

Lebih lanjut, adanya anomali cuaca yang beraneka ragam berakibat pada hasil pertanian. Karenanya, semua aspek penunjang keberhasilan program Lumbung Pangan harus benar-benar diukur dan dipersiapkan dengan baik agar pelaksanaannya berjalan optimal.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Deputi Bidang Pertanian, Ketahanan Pangan dan Inovasi Bidang Perekonomian Sekretariat Kabinet (Setkab) Republik Indonesia, Ida Dwi Nilasari mengatakan, pihaknya mengemban beberapa tugas, yakni melakukan evaluasi program Food Estate yang dijajaki Presiden Jokowi 14 Desember 2021 silam, mengidentifikasi rencana pengembangan Food Estate 2022, mengidentifikasi regulasi dan implementasi yang akan timbul, dan melakukan langkah strategis dalam mempercepat target capaian panen. Sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, pengembangan Food Estate akan dibuat dengan jelas, baik konsep maupun model bisnisnya, serta berbasis pada pola yang modern, seperti di Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, NTT, Sumatera Selatan, dan Papua sebagai wilayah percontohan nasional.

Dijelaskan, total sebaran lahan food estate di Wonosobo mencapai 339 hektare. Sedangkan, klasterisasi kawasan hortikultura  di Kecamatan Kalikajar dan Kertek seluas 2.374 hektare, dengan rataan penguasaan lahan mencapai 0,4 hektare per kepala keluarga. Kemudian, di,Kecamatan Garung dan Kejajar seluas 7.714 hektare dengan rataan penguasaan lahan 0,5 hektare.

anews Banner
anews Banner

Leave A Comment